facebook

Blogroll

Festival-festival Unik di Dunia


Salah satu wilayah yang punya banyak sejarah festival adalah Amerika Latin dan Eropa. Festival sendiri diartikan masyarakat mereka sebagai suatu selebrasi sukacita dan perayaan untuk mengenang sesuatu. Tidak jarang tradisi itu berlanjut hingga ratusan tahun dan justru menjadi daya tarik pariwisata bagi turis mancanegara. Seperti contohnya Carnaval Rio de Janeiro yang terkenal di Brasil. Kini sedikitnya tiga juta pasang mata menyaksikan festival yang memadukan tarian, nyanyian hingga parade gadis-gadis cantik dalam kostum berwarna-warni di jalanan ibukota tersebut.
 
Festival melompati bayi bernama El Colacho
Sekarang kita pergi ke Spanyol, tepatnya di desa Cstrillo de Murcia. Disana sejak ratusan tahun lalu masyarakat lokal telah merayakan El Colacho atau festival lompat bayi. Kenapa dinamakan demikian? Sebab menurut tradisi dan kepercayaan mereka dengan cara melompati bayi dapat mengusir roh jahat yang mengganggu si bayi. Banyak orang dewasa dan orang tua menyerahkan bayinya untuk diikut sertakan dalam acara ini. Dan biasanya para peserta kontes adalah orangtua bayi itu sendiri. Mereka berpakaian dan berkostum seperti setan untuk merepresentasikan bahwa iblis telah keluar dari tubuh si anak. Sementara pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Benedictus XVI secara terang melarang umat untuk berpartisipasi dalam festival tersebut karena sangat berbahaya dan menodai perayaan Corpus Christi yang digelar bersamaan dengan El Colacho.

Festival serba tomat La Tomatina
Untuk urusan festival tampaknya Spanyol punya banyak festival yang seru dan unik. Coba lihat acara yang dinamakan La Tomatina di kota Bunol, Valencia ini. Apa yang terpikir di benak Anda saat mendengar namanya? Betul sekali, festival ini berhubungan dengan buah tomat! Setiap tahunnya di hari Rabu terakhir di bulan Agustus sekitar 9 ribu penduduk lokal dan puluhan ribu turis pergi ke pusat kota untuk saling melempar tomat satu sama lain. Festival ini dilakukan untuk menghormati Virgin Mary dan St. Louis Bertrand. Kabarnya tradisi ini telah ada sejak tahun 1940-an dan kini telah mendapat restu dari pemerinah kota setempat.

Nah, masih di Spanyol, kita bergeser ke desa kecil bernama Manganeses de la Polvorosa. Secara turun temurun masyarakat sekitar telah melakukan festival atau ritual “aneh” demi menghormati St. Vincent de Paul, sang pelindung suci mereka. Festival ini dinamakan Melempar Kambing dan diadakan setiap tahun baru di hari Minggu terakhir bulan Januari. Ritualnya melibatkan seorang pemuda yang naik ke menara gereja untuk kemudian melemparkan kambing dari atas. Kambing itu harus ditangkap oleh orang-orang yang berkerumun di bawah dengan menggunakan kain terpal. Aksi ini jelas mengundang protes dari pecinta hewan. Bahkan petinggi desa sendiri telah melarang namun tidak diindahkan oleh penduduk setempat. Aneh!

Kita pergi ke daratan Inggris. Disana tepatnya di kota Gloucestershire penduduk mempunyai Festival Menggelindingkan Keju. Tidak jelas maksud dan tujuan dari diadakannya acara ini namun dewan kota tidak melarang sebab terbukti mampu menghidupkan pariwisata di kota kecil tersebut. Setiap bulan Mei penduduk local segera pergi ke bukit Cooper sebagai tempat digelarnya festival. Acara dimulai dengan cara seseorang melemparkan keju dari atas bukit dan kemudian ratusan orang berlari mengejar keju tersebut menuruni lereng yang terjal. Setiap tahun selalu ada korban luka dalam acara ini, itulah sebabnya anak-anak di bawah usia 15 tahun dilarang berpartisipasi.

Oktoberfest yang identik dengan bir, keju dan wanita ..
Jerman juga punya festival yang unik, kita mengenal Love Parade di Berlin dan Beer Festive di Munich. Namun salah satu festival yang telah dirayakan sejak lama oleh penduduk Bavaria adalah festival Memukul Angsa. Sampai sekarang, festival tahunan ini diadakan di Jerman dimana seekor angsa diikat kakinya dan dipukuli orang lokal sampai kepalanya putus. Karena adanya protes dari aktivis pecinta hewan, festival ini sekarang dilakukan dengan memukuli angsa yang sebelumnya sudah mati. Kegiatan yang sama diadakan di Spanyol setiap tahun di mana orang menggantunggkan angsa sampai kepalanya putus. Festival dari Spanyol ini bernama Antzare Eguna dan telah ada sejak tiga setengah abad yang lalu.

Sedangkan festival bir dan alkohol yang paling dikenal di dunia adalah Oktoberfest di Jerman. Dalam acara ini dihadirkan puluhan jenis minuman bir hangat dan dingin serta aneka minuman alkohol lain. Digelar selama 16 hari mulai pertengahan September sampai bulan Oktober setiap tahunnya. Para peserta juga disuguhi aneka makanan khas Jerman seperti sosis daging babi yang terkenal dengan nama Schweinsbraten, ayam panggang Hendle, kemudian daging has babi Haxn, filet ikan Steckerlfisch, kue kentang Reiberdatschi dan mie keju Kaasspotzn. Lezaaat…

Masyarakat Eropa memang dikenal sebagai masyarakat yang senang dengan perayaan dan fiesta. Bagi mereka membagi kebahagiaan bersama keluarga dan orang-orang terdekat menjadi kegiatan yang patut dirayakan. Sedangkan kita di benua Asia juga merayakan hal-hal tersbut meski bentuknya sangat berbeda. Apapun itu, keberadaan festival atau perayaan budaya memang menjadi magnet yang menarik bagi para wisatawan mancanegara. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh pemda setempat untuk menjaring devisa dan pemasukan bagi daerahnya. Bagaimana dengan di Indonesia? Sudahkah pemda dan departemen terkait mengemas festival-festival unik di seluruh Nusantara menjadi pundi-pundi menimbun devisa?
 

Motor Pertama Di Dunia


Pasti anda belum tahu, bagaimana bentuk sepeda motor pertama di dunia. Sepeda motor pertama di duia adalah Hildebrand & Wolfmüller motorcycle.
Motor ini dibuat pada tahun 1895. Meski berusia ratusan tahun, ternyata motor pertama di dunia ini sudah mengusung teknologi yang sampai saat ini masih dipakai seperti Twin-Cylinder, 4 valve, water cooler dan bermesin 1.500 cc. Kakak beradik, Hendry dan Wilhelm mengembangkan motor ini bekerjasama dengan Alois Wolfmuller dan seorang mekanik bernama Hans Geisenhof.

Namanya juga jaman dulu alias jadul, walau bermesin besar, ternyata tenaga kuda yang dihasilkan hanya 2,5 hp saja pada 240 rpm.
 
 

Buku Tata Cara Bunuh Diri di Dunia



Di Jepang memang sudah dikenal sejak dahulu cara mengakhiri hidup dengan niat dan tindakan sendiri yang dikenal sebagai Harakiri. Bahkan tindakan bunuh diri ini kerap dilakukan para ksatria Jepang jaman dahulu. Namun apa yang terjadi kini di negara super canggih ini?

Wataru Tsurumi, penulis buku Panduan Lengkap Bunuh Diri di Jepang kembali muncul ke hadapan publik. Menurutnya, pemerintah Jepang mulai menangani masalah yang sejak dulu tak mendapat perhatian.

Editor majalah itu sempat menghebohkan Jepang saat meluncurkan bukunya 1993 lalu. "Saya membongkar tabu di masyarakat Jepang," cetus pria berusia 42 tahun tersebut.

Dalam bukunya, Tsurumi menulis cara-cara untuk bunuh diri. Mulai dari menggunakan obat, memotong urat nadi, hingga menggunakan gas karbon monoksida.

Jepang merupakan negara dengan angka bunuh diri tertinggi di dunia bersama dengan Rusia dan Hungaria. Lebih dari 30.000 penduduknya bunuh diri selama delapan tahun berturut-turut.

Menurut Tsurumi, bunuh diri tidak salah karena menunjukkan kebebasan individu. Apalagi, sejak lama Jepang sudah mengenal bunuh diri untuk menjaga kehormatan atau dikenal sebagai harakiri.


Tsurumi muncul kembali setelah parlemen Jepang mengesahkan aturan yang mewajibkan pemerintah atau majikan membuat laporan pencegahan bunuh diri serta bekerjasama menjaga kesehatan mental para pegawainya. "Saat pemerintah mulai memperketat kontrol, saya akan bicara semakin keras. Kita berhak memilih apa yang kita inginkan dalam hidup," tegasnya.

Dalam menghadapi tingginya angka bunuh diri, Tsurumi punya cara pandang berbeda. "Orang-orang selalu mempertanyakan mengapa mereka bunuh diri? tidak akan ada jawaban untuk ini. Sekarang mengapa kita tidak bertanya kenapa kita tidak boleh membunuh diri kita sendiri? Kenapa kita harus tetap hidup?," katanya.

Menurut Tsurumi, bunuh diri lebih banyak disebabkan kehidupan yang membosankan. Pekerjaan dan masalah yang sama yang dihadapi tiap hari. "Tantangan terbesar dalam hidup adalah bagaimana tetap hidup setiap hari tanpa merasa hampa," ujarnya seraya tersenyum sinis.

"Masyarakat negara ini selalu berfikir negatif jika harus masuk kedalam kelas sosial yang lebih rendah atau dianggap tidak bekerka keras."

Meski mendukung bunuh diri, Tsurumi menentang bunuh diri berkelompok yang marak di Jepang. Sekelompok orang yang bertemu di internet membuat janji untuk bunuh diri bersama. "Kamu harus membuat keputusan sendiri untuk hidupmu," tegasnya.

Karena itu, saat ada yang memintanya nasehat, Tsurumi hanya menjawab singkat. "Pikir sendiri," katanya.

Pria berambut gondrong itu menegaskan, sebenarnya dia ingin pembaca bukunya tetap hidup. Karena dia ingin pembaca menjadikan bukunya sebagai jalan terakhir bagi orang yang hidupnya tertekan.

Seperti yang ditulis dalam halaman depan bukunya. "Teman saya pengangguran, tapi selalu hidup dengan senang. Meski demikian, dia selalu membawa kapsul obat yang mematikan, namanya Angel Dust. Dia bilang akan mengkonsumsi obat itu kalau tidak kuat dengan tekanan dalam hidup."

Buku ini jelas bukan bacaan yang direkomendasikan untuk umum. Semoga juga tidak beredar di Indonesia. Isi buku ini benar-benar bisa mengajarkan orang untuk mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidup.

Pandangan yang picik tentang kehidupan. Bukankah ada kehidupan yang kekal setelah kematian jasmani kita? Jadi jalan pintas untuk mengakhiri hidup lewat cara bunuh diri justeru akan membawa manusia tersebut ke dalam penderitaan yang tak berkesudahan