Posted by Unknown
13.22, under |
0
komentar
Kendaraan umum seperti taksi merupakan alat
transportasi yang cukup memadai bagi Anda yang tidak ingin
berhimpit-himpitan dengan penumpang lain seperti di dalam bus atau yang
kerepotan dengan barang belanjaan yang banyak. Namun di beberapa
negara yang menjadi obyek wisata favorit para pelancong, taksi rupanya
menjadi kendaraan yang dapat membuat mimpi buruk Anda menjadi
kenyataan.
Seoul-Korea Selatan

Tentu
saja, perangkat GPS dapat menolong seorang pengendara mobil yang
tersesat di jalan, namun sayangnya beberapa sopir taksi di Seoul yang
telah memasang layar menggunakannya untuk menonton siaran televisi dan
ini dilakukannya ketika mengemudikan taksinya. Pihak pemerintah kota
sendiri telah mengatakan, tindakan tersebut ilegal sejak tahun lalu.
![]()
Tidak
hanya itu saja, bagi semua pihak pengendara taksi yang masih membandel
menonton televisi saat berkendara akan didenda $500 Won, tetapi
pengadilan yang lebih tinggi malah menjungkirbalikkan aturan. Polisi
setempat mengatakan, akibat peraturan yang tidak tegas itu menyebabkan
200 kecelakaan pada tahun 2008, dan melukai lebih dari 350 orang.
Meksiko

Negara
ini menjadi salah satu yang paling menyeramkan dalam cerita mengenai
perilaku pengemudi taksi. Mungkin karena banyak tersebar, taksi VW bug
berwarna hijau, seakan menjadi kendaraan umum yang standar ketika Anda
berkunjung kesana. Namun sayangnya, lebih dari seperempat dari mereka
adalah ilegal atau membajak taksi. Cerita yang paling sering terjadi
disana adalah mengenai kasus penculikan penumpangnya untuk meminta
dibawa ke ATM dan mengambil seluruh uang di bawah todongan senjata.
Delhi-India
Disana,
para pengemudi kendaraan wajib memiliki kartu izin mengemudi layaknya
SIM di Indonesia. Dengan adanya kartu tersebut pengemudi akan
ditentukan jangkauan jaraknya untuk mengantar penumpang serta
penghitungan tarif. Masalahnya, para pengemudi cenderung mengabaikan
kartu tersebut dan seringkali menolak untuk menaati jarak jangkauan.

Bahkan
ada beberapa kendaraan juga yang tidak menggunakan pintu seperti
bajaj, mengabaikan penggunaan sabuk pengaman. Akibatnya dalam satu
tahun terakhir sering terjadi insiden di mana penumpang dirampok,
kendaraan terbakar, hingga diperkosa.
Manila-Filipina
Berbagi
taksi dengan orang asing seringkali merupakan ide yang buruk di negara
manapun, tapi tidak untuk di Manila. Kejahatan yang cukup umum di
ibukota Filipina itu yaitu dirampok oleh seseorang yang duduk di
belakang ketika Anda baru saja naik ke dalam taksi. Makin menjadi tidak
nyaman ketika taksi yang isi penumpangnya bisa lebih dari lima orang
tersebut, tidak dilengkapi oleh AC.
Caracas-Venezuela
Kota
Venezuela ini memiliki taksi dengan tingkat bahaya yang sangat tinggi.
Hampir sama dengan yang terjadi di Meksiko, dimana oleh si sopir
taksi, Anda akan diantar ke ATM (bahkan lebih dari beberapa ATM) untuk
menarik uang Anda tanpa ada sisa sepeser pun. Biasanya yang menjadi
pelaku adalah segerombolan geng lokal gipsi yang menjalankan sendiri
tindak kejahatannya.
Posted by Unknown
13.22, under |
0
komentar

Manusia
mewarisi sejumlah insting purba berdasarkan jenis kelamin menyangkut
urusan membelanjakan uang. Setidaknya, begitu menurut sebuah studi
University of Pennsylvania berjudul Men Buy, Women Shop.
Berdasarkan
studi tersebut, perempuan cenderung melihat-lihat dan mengumpulkan
barang-barang terbaik dari berbagai tempat dan menikmati pengalaman
tersebut. Sementara itu, lelaki cenderung untuk membeli langsung di
tempat.
Meskipun selama ini banyak yang mengomentari kebiasaan
berbelanja perempuan, sebenarnya tidak ada gender yang lebih baik dalam
urusan berbelanja. Hanya saja, lelaki dan perempuan memiliki
perbedaan dalam caranya menghamburkan uang.
Lantas, apa saja pengeluaran terbesar lelaki ketika berbelanja? Berikut ini adalah beberapa di antaranya :
1. Makan di luar
Berdasarkan
poling terbaru Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat, lelaki
menghabiskan rata-rata US$1.800 per tahun untuk makan di luar.
Sedangkan perempuan menghabiskan US$1.145 untuk kategori yang sama.
Mungkinkah perbedaan tersebut disebabkan lelaki lebih sering mentraktir
perempuan untuk makan malam saat berkencan? Bisa jadi.
2. Elektronik
Lelaki
menghabiskan rata-rata US$701 per tahun untuk membeli perangkat audio
visual. Sementara perempuan menghabiskan US$536. Kemungkinan besar
hal ini terjadi akibat perubahan gaya hidup manusia yang menjadi
semakin digital. Saat ini, kebanyakan orang tergantung pada teknologi
untuk menavigasi kehidupan dan bisnis mereka.
3. Tiket pertandingan olahraga
Bukan
rahasia lagi bahwa kaum lelaki tergila-gila dengan segala sesuatu
yang berhubungan dengan otot dan kekuatan fisik. Meskipun ada juga
sejumlah perempuan yang menjadi penggemar olahraga, kaum lelaki umumnya
tidak ragu-ragu merogoh kocek untuk membayar tiket pertandingan olah
raga, entah itu sepak bola, basket, atau balap.
4. Minum-minum
Lelaki
menghabiskan uang dua kali lebih banyak dibandingkan perempuan untuk
alkohol per tahun. Lelaki menghabiskan US$552 per tahun untuk
minum-minum, sedangkan perempuan menghabiskan US$233 per tahun untuk
kategori yang sama.
5. Mobil
Lelaki umumnya
tergila-gila dengan otomotif. Jadi tak heran jika lebih banyak lelaki
yang membeli mobil dibandingkan perempuan. Selain itu, mereka cenderung
memilih jenis mobil yang boros energi dan senang memodifikasinya
karena hobi.
Posted by Unknown
13.21, under |
0
komentar
Inilah kisah pemuda belia yang baru berusia 21 tahun yang
telah berhasil menang main poker, tidak tanggung-tanggung pemuda ini
mengantongi 8,55 Juta Dollar Amerika Serikat atau senilai 80 Milyar,
Wow, luar biasa sekali. Diusianya yang masih sangat muda pemuda bernama
Cool Hand Joe atau lebih sering disapa Joe Cada ini menobatkan dirinya
sebagai milyader muda. Kisah kesuksesan Joe Cada dalam bermain judi
poker ini mengingatkan kita pada film besutan sutradara Robert Luketic,
film Amerika Serikat dengan judul '21'.


Film
yang dibintangi Jim Sturgess, Kate Bosworth, Laurance Fishburne ini
kalau tidak salah menceritakan kesuksesan mahasiswa MIT dalam
'menghitung kartu' poker tentu saja dengan tujuan memenangkan judi ini,
mahasiswa-mahasiswa pinter tersebut di koordinir dan didanai oleh salah
seorang dosennya termasuk diajarkan trik-trik bermain poker atau cara
curang maen poker, black jack menjadi tujuannya.


Cuma
yang membedakan antara Joe Cada dengan film ini, kalau Joe Cada
betul-betul menggunakan kemampuan bermain pokernya, kalau di film 21,
mereka bermain poker secara team dan menggunakan trik-trik curang dalam
bermain poker, mau lihat gambar-gambar Joe Cada ketika memenangkan
poker dan meraih duit sebesar USD 80 Milyar !!